Bener lho kalo Tuhan Maha Adil. Nggak semua perempuan memang sering
mendapat pujian cantik, namun beberapa yang bermodal bisa mengakses teknologi dan
ilmu kimiawi mutakhir untuk menjadi cantik. Mau kulit muka kencang kayak
korsetnya Olla Ramlan, tinggal botox. Mau kulit muka kinclong kayak gelas-gelas
kaca, tinggal laser. Mau kurus juga bisa sedot lemak.
Ya tapi kalo orang biasa-biasa (apalagi mahasiswa nanggung kayak aku), mandiri aja belum, modal yang dikasih orang tua juga masih bikin mikir-mikir prioritas buat ngelola uang, mungkin cuma perlu sedikit
cerdik untuk tetap menjaga penampilan. Aku sendiri nggak menampik bahwa aku membeli beberapa produk skincare. Tapi
nggak lebay ya, sesuai kebutuhan. Toh kebanyakan
gonta-ganti produk juga malah bikin muka tambah breakout, bukan tambah cantik. Inilah yang selalu aku pegang ketika iklan-iklan produk
kecantikan dengan klaimnya yang bombastis itu berseliweran di TV
dan sosmed.
Aku memang prefer
skincare daripada make up. Pertama, karena wajahku ini walaupun cuma kena
bedak doang aja pilih kasih. Cocoknya cuma sama bedak tabur (untung nggak aku taburin herocin saking putus asanya), kalau nggak gitu cuma pakai pelembab aja.
Kedua, apalah artinya make up kalau cuma jadi topeng. Melelahkan kalau dipakai
sehari-hari, berat, lengket, apalagi mukaku gampang jerawatan. Makanya untuk
sehari-hari yang bukan acara penting aku lebih suka pakai yang ringan-ringan. Bukannya aku anti make up sih, skill make up menurutku juga mengagumkan.
Aku pun pernah mengalami fase “kemakan iklan” seperti
perempuan-perempuan remaja lainnya, review juga sama saja. Maksud hati meyakinkan
diri supaya nggak salah langkah beli produk, terkadang review yang mayoritasnya
bilang bagus itu nggak berlaku buatku L
Padahal itu brand jepang yang
digandrungi, kalimat taglinenya, kandungan arbutin, vitamin C dan bla bla bla
itu awalnya bikin aku optimis. Sakitnya tuh.. di ekspektasi. Nggak sedikit lho produk
yang belum habis tapi ku anggurin (compact
powder, pelembab, sabun muka berbagai merk ada).
Salah satu temanku bukan tipe cewek yang mengikuti
gelombang tren skincare, sejak SMA sampai
sekarang di usianya 19 tahun dia pakai P*NDS (walaupun beberapa orang bilang
mereka nggak cocok pakai produk itu). Banyak adik-adik abg yang selalu bertanya
“Mbak perawatan pakai apa sih”, jawabannya selalu sama: “Cuma pakai P*NDS”. Sejauh
ini sih aku nggak pernah tertarik dengan perawatan klinik kecantikan. Lagipula
langganan klinik kecantikan bukan hanya berbahaya jika putus perawatan, tapi
juga berbahaya bagi anggaran bulanan (karena biasanya belinya harus sepaket
lengkap). Aku sendiri juga sudah menemukan produk yang tidak menimbulkan
masalah untuk wajah, artinya bisa menjadi
perawatan rutin dong buatku. Dan kalau diteruskan penggunaannya (mungkin sekitar
2 bulan), hasilnya sudah kelihatan.
So, cantik itu dicerminkan dari pribadi yang sabar hahah.
Yang penting jangan keburu panik pas muka breakout,
karena panik dan stress juga membuat kondisi wajah jadi lebih parah. Rileks..........
kulit juga perlu bernafas girls. Cantik itu adalah kulit wajah yang bebas
masalah, ya kan? Percuma dong pengen putih atau glowing in the dark *halah*
tapi wajah malah jadi breakout. Masih
banyak cara aman untuk membuat wajah tidak kusam kok.
Di postingan-postingan
berikutnya aku bakal memberikan tips-tips cantik tanpa modal banyak. Sesuai
motto saya, cantik alami dan sehat adalah cantik yang tidak mahal. Tunggu aja
ya....
