Senin, 21 November 2016

Cantik nggak harus mahal

Bener lho kalo Tuhan Maha Adil. Nggak semua perempuan memang sering mendapat pujian cantik, namun beberapa yang bermodal bisa mengakses teknologi dan ilmu kimiawi mutakhir untuk menjadi cantik. Mau kulit muka kencang kayak korsetnya Olla Ramlan, tinggal botox. Mau kulit muka kinclong kayak gelas-gelas kaca, tinggal laser. Mau kurus juga bisa sedot lemak.

Ya tapi kalo orang biasa-biasa (apalagi mahasiswa nanggung kayak aku), mandiri aja belum, modal yang dikasih orang tua juga masih bikin mikir-mikir prioritas buat ngelola uang, mungkin cuma perlu sedikit cerdik untuk tetap menjaga penampilan. Aku sendiri nggak menampik bahwa aku membeli beberapa produk skincare. Tapi nggak lebay ya, sesuai kebutuhan. Toh kebanyakan gonta-ganti produk juga malah bikin muka tambah breakout, bukan tambah cantik. Inilah yang selalu aku pegang ketika iklan-iklan produk kecantikan dengan klaimnya yang bombastis itu berseliweran di TV dan sosmed.

Aku memang prefer skincare daripada make up. Pertama, karena wajahku ini walaupun cuma kena bedak doang aja pilih kasih. Cocoknya cuma sama bedak tabur (untung nggak aku taburin herocin saking putus asanya), kalau nggak gitu cuma pakai pelembab aja. Kedua, apalah artinya make up kalau cuma jadi topeng. Melelahkan kalau dipakai sehari-hari, berat, lengket, apalagi mukaku gampang jerawatan. Makanya untuk sehari-hari yang bukan acara penting aku lebih suka pakai yang ringan-ringan. Bukannya aku anti make up sih, skill make up menurutku juga mengagumkan.

Aku pun pernah mengalami fase “kemakan iklan” seperti perempuan-perempuan remaja lainnya, review juga sama saja. Maksud hati meyakinkan diri supaya nggak salah langkah beli produk, terkadang review yang mayoritasnya bilang bagus itu nggak berlaku buatku L Padahal itu brand jepang yang digandrungi, kalimat taglinenya, kandungan arbutin, vitamin C dan bla bla bla itu awalnya bikin aku optimis. Sakitnya tuh.. di ekspektasi. Nggak sedikit lho produk yang belum habis tapi ku anggurin (compact powder, pelembab, sabun muka berbagai merk ada).

Salah satu temanku bukan tipe cewek yang mengikuti gelombang tren skincare, sejak SMA sampai sekarang di usianya 19 tahun dia pakai P*NDS (walaupun beberapa orang bilang mereka nggak cocok pakai produk itu). Banyak adik-adik abg yang selalu bertanya “Mbak perawatan pakai apa sih”, jawabannya selalu sama: “Cuma pakai P*NDS”. Sejauh ini sih aku nggak pernah tertarik dengan perawatan klinik kecantikan. Lagipula langganan klinik kecantikan bukan hanya berbahaya jika putus perawatan, tapi juga berbahaya bagi anggaran bulanan (karena biasanya belinya harus sepaket lengkap). Aku sendiri juga sudah menemukan produk yang tidak menimbulkan masalah untuk wajah, artinya bisa menjadi perawatan rutin dong buatku. Dan kalau diteruskan penggunaannya (mungkin sekitar 2 bulan), hasilnya sudah kelihatan.

So, cantik itu dicerminkan dari pribadi yang sabar hahah. Yang penting jangan keburu panik pas muka breakout, karena panik dan stress juga membuat kondisi wajah jadi lebih parah. Rileks.......... kulit juga perlu bernafas girls. Cantik itu adalah kulit wajah yang bebas masalah, ya kan? Percuma dong pengen putih atau glowing in the dark *halah* tapi wajah malah jadi breakout. Masih banyak cara aman untuk membuat wajah tidak kusam kok. 

Di postingan-postingan berikutnya aku bakal memberikan tips-tips cantik tanpa modal banyak. Sesuai motto saya, cantik alami dan sehat adalah cantik yang tidak mahal. Tunggu aja ya....